Senin, 21 November 2011

Selamanya Berubah

Hidup paling berharga bila dilakukan untuk sesuatu yang bermakna abadi  ~ William James

Setiap bangun tidur aku menyibakkan selimut yang melibat tubuh hangatku dan melihat ke sekeliling kamar. Aku melihat foto-foto keluarga yang penuh kenangan, meja rias mahoni favoritku, dan tentu saja manik-manik kesayanganku yang tergantung d jendela. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa dikitari keluarha yang menyayangiku, atau tanpa atap yang mengitariku dari udara malam.

       Bulan Juli lalu, aku mengikuti perjalanan misi ke Monterrey, Mexico, dengan kelompok remajaku. Aku duduk di bus selama dua hari, tidak tahu akan melihat apa. Teman-temanku di bus menggambarkan semua jenis kutu di panti asuhan yang akan emnjadi tempat kerja kami selama satu minggu. Mereka mengatakan betapa kotornya tempat itu dan betapa berbahaya jalan-jalannya. Diam-diam aku berharap, entah bagaimana, bus kami akan berputar balik. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Pada malam pertama kedatangan kami, seorang pria berkata, "Kita datang kesini bukan untuk mengubah Mexico, tapi sebaliknya, Mexico akan mengubah kita."

       Setiap pagi, selama setengah jam perjalanan dengan bus menuju panti asuhan, aku memikirkan betapa sebentarnya tidurku semalam, betapa capainya aku, dan betapa panasnya di salam bus yang tidak ber-AC. Tapi, begitu panti asuhan terlihat, semua perasaan itu sirna. Anak-anak penghuninya akan berlarian ke pagar, berteriak, dan melompat-lompat karena akhirnya kami sudah datang. 

       Pada hari pertama aku berjalan hati-hati di dalam pintu loogam panti. Aku melihat seorang gadis kecil dengan wajah tersenyum lebar. Ketika aku berjalan mendekatinya, ia memelukku. Aku melihat ke sekeliling, ke semua anak yang lain. Semua tersenyum. Mereka tidak sedih, atau mengeluhkan hidup serta kondisi mereka. 

       Aku bertemu seorang bocah perempuan di panti asuhan bernama Erica. Ia berambut hitam pendek dan di bawah hidungnya ada parut besar. Aku menggendong dan mengayun-ayun tubuhnya. Ia memekik tertawa. setiap kami datang, ia selalu berlari mendekatiku, memeluk dan menciumku. Aku mulai menunggu-nunggu saat itu. 

       Sepanjang waktu, aku berpikir. Siapa yang tega meninggalkan anak semanis ini? Aku melihat anak-anak yang lain di panti asuhan itu. Mereka tidak bertengkar memperebutkan mainan yang kami bawakan. Malah mereka saling berbagi, karena mereka ingin semua anak merasakan kebahagiaan dengan mainan-mainan baru itu.

       Pada hari terakhir, anak-anak itu menyanyikan lagu untuk kami. Rose, wanita pengurus panti, mengatakan bahwa salah satu dari mereka ingin membagi ceritanya dengan kami. Aku heran ketika Erica maju dan bicara. Ia tersenyumkepadaku dan memulai ceritanya: "Aku sangat bahagia berada di panti asuhan ini. Bahagia, pikirku. Siapa yang akan bahagia tinggal di panti asuhan? "Ketika aku tinggal di rumahku," ia melanjutkan, "Orang tuaku suka memukuliku. Mereka melemparkanku ke dinding dan melukaiku."

       Ketika ia selesai bercerita, aku berlari menghampiri dan mengatakan betapa bangganya aku padanya. Aku menunduk dan memandang luka dekat hidungnya. Sekarang aku tahu apa penyebabnya.

       Aku takkan melupakan hari kepergian kami. Semua menangis. Aku memeluk Erica selama 15 menit, terlalu takut untuk melepaskannya. Aku mencium lukanya, sekali lagi, untuk menghapus kenangannya. Ku katakan bahwa aku mencintainya. Ia berhenti menangis dan tersenyum. Ketika waktu kami dan anak-anak itu sudah habis, mereka kembali melambai-lambaikan tangan dari balik pagar. Kali ini mengucapkan selamat tinggal. 

       Ketika sampai di rumah, aku mengamati kamarku saat membongkar koper. Aku melihat semua pakaianku yang ada di lemari, dengan gantungan berwarna-warni. Di depan mataku berkelebat bayangan lemari Erica yang berisi dua helai blus. Ia mencoba memberiku salah satu boneka binatangnya untuk membalas persahabatan kami. Kukatakan aku tidak memerlukannya. Ia mengatakan ia juga tidak memerlukannya karena mempunyai dua. Erica baru berumur tujuh tahun. Aku akan memerlukan banyak waktu untuk mempelajari apa yang sudah diketahuinya.

oleh  JoLyinn Shopteese


With love,
Dedott :)


Captain Jack - Bukan Sahabat

BUKAN SAHABAT 



Sahabat ingatkah padaku
Aku yang kau selamatkan 
Daru hidupku sendiri

Ingatkah pada mereka semua
Yang menganggapku bagai binatang liar
Dan merasa bagai manusia

Sahabatku yang baik
Ingatkah kau padaku
Kaulah satu-satunya
Yang menganggapku manusia
Semuanya berubah 
Dan kau campakkan aku
Ku tak pernah menyangka
Kau seperti mereka

Pernahkah sejenak mengingatku
Taukah kau apa yang tlah
Kau lakukan padaku
Pernah aku berharap engkau mati
Namun ku takkan mampu
Bila semua terjadi

Sahabatku yang jauh 
Ingatkah kau padaku
Ku tak pernah mencoba
Untuk tumbuh dewasa

Karena ku tak sepertimu 
Yang telah melangkah jauh
Aku masih mencoba
Tuk menjadi manusia


With love,
Monster Lady \m/

Captain Jack - Postcard Untuk Tuhan

POSTCARD UNTUK TUHAN



Mohon maafkan aku
Yang ku lakukan hanya mengeluh
Hanya itu yang ku bisa
Itu yang terasa untuk sesaat ini

Mungkin belum kucoba
Berusaha sekuat tenaga
Dan belum cukup bersabar
Berjiwa besar sekian tahun ini

Aku tlah coba sebaik
Dan sejujur yang ku bisa
Namun orang-orang curang
Selalu keluar sebagai pemenang

Salahkah aku bertanya
Salahkah jika berkata
Tolonglah aku mulai benci hidupku
Tolonglah aku muak dengan duniaku

Dan bukan hanya aku
Yang merasa hidupnya tak adil
Semua semakin berat, kami sekarat
Tanpa terhenti

Dan kami semakin terpuruk
Sulit tuk bedakan dosa dan bukan
Saat semua yang dilakukan
Hanya untuk bertahan hidup

Aku ingin menolong siapapun
Yang terjatuh, siapapun mereka
Namun bahkan ku tak mampu
Menyelamatkan diriku sendiri

Tolonglah aku mulai benci hidupku
Tolonglah aku muak dengan duniaku
Dan semua pertanyaan tak terjawab
Dan semua hal busuk yang kulihat

Tuhan jawablah aku 
Tuhan..
God please help me ..
God please help me ..

I'm fall ..


With love,
Monster Lady \m/

Captain Jack - TV Sampah

TV SAMPAH



Membusuklah di depan layar kaca
Dengan drama basi 
Yang kau lihat stiap hari
Dan berita yang tak jelas
Tentang hidup orang lain
Yang sama skali bukan urusanmu

Cobalah sedikit berfikir
Tentang semua kontradiksi
Banyak pecandu TV lapar
Dan semua di TV berfoya-foya

Kita diajari untuk menilai fisik belaka
Mencela moral orang lain
Tanpa lihat diri sendiri

Isi TV kini cuma sampah
Isi TV kini cuma sampah belaka
Entah mengapa kalian
Bisa hidup menikmatinya


Saat semua orang tolol
Berada dalam berada dalam spotlight
Saat semua ketololan
Menjadi base ways of life

Hingga semua kebodohan 
Mendarah daging tanpa
Pernah kalian sadari


With love,
Monster Lady \m/

Captain Jack - Siapa Aku

SIAPA AKU



Kadang ku merasa sangat tak berguna
Bila semua yang kulakukan pasti disalahkan
Terkadang ku merasa menjadi yang terbodoh
Tak mengenal apapun bahkan diriku sendiri

Semua menyebalkan semua angkat bicara
Dan merasa paling benar
Dalam menilaiku
Semua slalu berlomba menyalahkan  diriku
Apa pernah mereka lihat diri sendiri


Siapa aku
Jawablah siapapun
Yang merasa mengenalku
Siapa aku
Mengapa semua orang
Merasa paling mengenalku

Pendapat terlalu banyak masuk di kepala
Hingga ku kehilangan AKU
Kalian siapa ini hidupku
Berhenti menghakimiku
Berhentilah menilah

I am what I am 
And I do what I do
I am what I am 
Enenthough I don't know
Who I am


With love,
Monster Lady \m/